Bagaimana kronologi gue menjadi ketua BEM ? Check it out ! :
tahun ajaran baru, berarti gue dpet adek kelas baru. Suatu hari, pak muflih (pembina BEM gue) mengumumkan bahwa akan diadakan kembali PilkaBEM yang ke-4. Adek kelas gue yang masih tergolong junior, ribut tentang pengumuman itu. Awalnya sih, gue gak begitu peduli, tapi ngeliat temen-temen gue dari kelas 8 nggak ada yang mau nyalonin, ditambah ngeliat bakal calon dari kelas tujuh yang mukanya masih bocah dan WaTaDos*bagi yang merasa, mohon dimaafkan (oh iya, sebagai informasi, kelas 9 di sekolah gue ngggak diperbolehkan mencalonkan diri dikarenakan harus serius mempersiapkan untuk UN), gue menjadi merasa ada amanah yang muncul dan terpendam di hati gue (ceilah), karena memang gue yang lebih senior dibanding adek-adek kelas bakal calon yang lain, dan gue pun memiliki pengalaman sebagai pengurus BEM tahun pengabdian sebelum gue, Al-Hasil, gue pun berniat untuk mendaftarkan diri. Tapi ada kendala lain ? wakilnya siapa yahhh....
Gue pun mengembara ke seluruh penjuru An-Nashr (nama asrama gue), dan akhirnya menemukan korban calon wakil gue, yaitu muhamad naufal (baca : Syahrini. karena dia cantik dan seksi, huehuehue....), ketika gue tanya "mau nggak fal, jdi calon wakil gue ?", awalnya dia malu-malu babi, tapi setelah gue yakinkan dengan bisikan-bisikan iblis nan biadab, akhirnya dia mau juga, hihihihihi....(kuntilanak mode on)
Tapi ternyata ada syarat untuk mendaftarkan diri, kkm harus diatas 80, harus ranking 10 besar, dan yang paling berat menurut gue adalah : harus mengumpulkan 75 tanda tangan. ngapain ? kenapa ?, dan akhirnya dengan berat badan, mksud gue dengan berat hati, gue dan naufal keliling-keliling nyari tanda tangan kayak orang bego. Naufal nyari tanda tangan di kelas 8, dan gue di kelas 7. sebuah pilihan yang salah dan tidak tepat karena gue milih nyari tanda tangan di kelas 7. gue keliling-keliling asrama Ar-Rohman dan Al-Furqon (nama asrama kelas tujuh), ke kamar demi kamar, hanya untuk meminta tanda tangan, seakan-akan mereka semua adalah ARTIS. "mas, bang, minta tanda tangannya bang, mas...." kata gue memelas. "maaf, lagi sibuk..." ceilah, bukan artis bukan apa, sok sibuk (nanti kapan-kapan bakal gue ceritain, bahwa kalimat 'sok sibuk' nanti bakal jadi bumerang buat gue). setelah mengumpulkan sekitar 20 tanda tangan, akhirnya gue balik ke an-nashr, ngeliat kerja naufal yang memuaskan dahaga, busetttt si naufal ngumpulin 80 tanda tangan. so ? ngapain gue nyari tanda tangan di kelas 7 ? di kelas 8 juga udah cukup ! huhuhuhh......
lalu sesi selanjutnya, kampanye. ya, pak muflih sebagai penyelenggara, menyuruh kami calon-calon KaBem yang jelek (kecuali gue) bwt kampanye. seakan-akan ini adalah pemilihan Presiden RI. Sistem kampanye yang disenggelarakan oleh pak muflih adalah sistem penjadwalan*apalah, calon nomer 1 (yang calon KaBem nyah matanya ngantuk, mulai sekarang kita sebut seperti itu) pada hari senin, gue n' naufal hari selasa, dan calon nomer 3 (yang calon kaBem nyah medok jawa, mulai sekarang, kita sebut seperti itu) pada hari rabu. Calon KaBem ngantuk yang memang keliatannya gk bisa pidato, malah cengok ketika disuruh kampanye ketika Apel pagi, justru wakilnya yang pinter ngomong, walaupun hanya sekedar membaca visi dan misi yang nggak jelas apa maksudnya. keesokan harinya, gue dan naufalpun disuruh kedepan lapangan ketika Apel pagi. Jangan salah, gue pintar pidato dan mempersiapkan sesuatu. hhe, promosi banget. lalu, dengan dada tadah, suara cempreng gue diberatkan, gue dan naufal membacakan visi dan misi gue dengan segenap abstrak, menggebu-gebu, kayak sukarno lagi kebelet BAB, lalu yang mengesankan, diakhir pidato kami, gue bersabda di depan banyak orang "jangan lupa pilih kami, nomor 2 !". heheheh, assikk......
Yang kocak ketika si calon KaBem medok pidato, "ojolali untuk pilih saya jjaddi ketua bem, insyya allah. sayya akan...blabala-balablabla*apalah" wkwkwk.... pokoknya kocak banget deh...
setelah proses kampanye yang sangat garing dengan diisi dengan pidato bikin eneg, adalah sesi yang paling gue suka, yaitu debat terbuka (baca : adu bacot di depan umum). Debat dilaksanakan pada malam hari, di masjid SMPIT As-Syifa tercinggtaahhhh, masjid An-Nur. dan ketika waktu debat telah tiba, gue sama naufal yang emang seneng adu bacot mendadak jadi rajin tiba di masjid an-nur 15 menit sebelum acara dimulai. Nggak lupa, gue udah mempersiapkan bahan bacotan yang maut abiss, tanpa gue sadari yang gue lawan adalah anak kelas 7*kejam banget yak ?. Setelah waktu debat telah tiba, dan panelis telah duduk di kursinya masing-masing, serta penonton telah bersitegang di hadapan gue dan calon-calon lain dari kelas tujuh (backsound : jeng-jeng-jeng-jeng !!), akhirnya debatpun dimulai. inilah waktu yang tepat untuk mempertaruhkan diri gue dihadapan banyak orang..
pertanyaan maut dilongsorkan ke gue n' naufal :
1. apa yang akan anda dan pasangan lakukan bila ternyata teman-teman anda melakukan kudeta ?
2. apa yang akan anda dan pasangan lakukan bila ternyata teman-teman anda tidak mengikuti acara/program yang telah anda dan pasangan buat ?
3. apa yang akan anda dan pasangan lakukan bila anda dan pasangan dipaksa ber-KB ?
(nggak lah, nggak ada pertanyaan begitu. abis gue mual kalo nulis 'anda dan pasangan')
Dan masih banyak pertanyaan lain yang lumayan bisa mendesak gue n' naufal menuju jurang kemiskinan, loh ???
lalu setelah dua jam debat, yang hasilnya gue n' naufal bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar sesuai prosedur, dan saran penyajian yang tertera di bungkus kemasan, akhirnya selesai juga. gue n' naufal juga sukses membuat calon kabem dari kelas 7, si mata ngantuk dan si medok jawa, merasa terhina dengan pertanyaan yang memang telah disiapkan sebelumnya oleh gue n' naufal. suksesss bung !!!. lalu besok ada apa ? ada : pemilihan umum. waktu yang membuat jantung gue gempa 9 scala richter. huehhuehue.....
dan singkat cerita. besokpun tiba. gue nggak henti-hentinya berdo'a, mudah-mudahan ummi gue bisa naik haji, lohhh ?jam 6 gue mandi, langsung abis itu gue siap-siap pake seragam, sarapan, dan segera berangkat menuju sekolah. semua on time, over on time malah ! sekolah masuk jam 7 lebih 10 menit. gue jam setengah 7 udah nyampe. nggak apapalah. pokoknya, setelah pemungutan suara (baca : pemungutan kertas. suara gak bisa dipungut masbrooo !) yang nggak gue ceritain karena garing, dan setelah sore harinya kertas suara dihitung, dengan faktor hoki dan rahmat tuhan yang maha esa, akhirnya gue menang ! berhasil, berhasil, horeeee ! (backsound : dora the explorer ending)
nb : proses penulisan entri ini memakan lebih dari 5 hari. kok bisa ? entahlah....